Minggu, 05 Februari 2012

Bukan Untuk Tan Sri Seorang...

As Salam semua

Tak mahu cakap banyak. Cuma nak semua orang berfikir jauh. Walau jauh tapi tetap berlandas Islam. Bukan ada propa pilihanraya ke hape benda. Sebab Islam tetap Islam! No offence. Aku pun cetek ilmu agama ni, tapi kalau membabitkan rezeki dan makanan yang jadi darah daging, takde toleransi. Aku tak tahulah apa yang orang ni fikirkan. Mungkin its all about money kot...


Kepada Tan Sri yang budiman, sebagai sesama muslim, saya cuma nak ingatkan sesuatu je. Ini pun bukan saya kata, tapi Rasulullah yang kata...


Rasulullah tidak menganggap sudah cukup dengan mengharamkan minum arak, sedikit ataupun banyak, bahkan memperdagangkan pun tetap diharamkan, sekalipun dengan orang di luar Islam. Oleh karena itu tidak halal hukumnya seorang Islam mengimport arak, atau memproduser arak, atau membuka warung arak, atau bekerja di tempat penjualan arak.
Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. pernah melaknatnya, yaitu seperti tersebut dalam riwayat di bawah ini:
"Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya." (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)
Setelah ayat al-Quran surah al-Maidah (90-91) itu turun, Rasulullah s.a.w. kemudian bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan arak, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan dia masih mempunyai arak walaupun sedikit, jangan minum dan jangan menjualnya." (Riwayat Muslim)

Pesanan ni pun bukan untuk Tan Sri sorang, tapi untuk saya dan seluruh umat Islam. 


Wallahualam. 




0 komentar:

Poskan Komentar


Top